Puasa Ramadhan dan Maknanya Dalam Islam

arti puasa ramadhan

Modernis.co, Jakarta – Setiap masuk puasa Ramadhan suasananya jadi kerasa langsung beda banget? Hawa-hawanya tuh hidup jadi lebih adem. Tapi ini sedikit tidak berlaku bagi orang yang tanggal merah tapi tetep kerja, ups!

Kalau diamatin ulang, vibes Ramadhan itu istimewa. Ibadah rasanya lebih jor-joran, masjid makin rame, orang-orang pada gencar berbagi, hampir setiap saat kedenger suara merdu Al-Qur’an.

Gak cuma soal ibadah, kehidupan masyarakat juga lebih hidup. Selain orang jadi suka bersedekah, hari-hari semakin berwarna dengan kegiatan yang memperkuat ukhuwah.

Di bulan Ramadhan ini, semua orang berlomba-lomba menemukan versi terbaik dirinya. Mereka membentuk ulang banyak kebiasaan baik dan mulai memperkokoh tembok keimanan serta ketakwaan.

Harapannya selama bulan Ramadhan ini bisa meraih pahala sebanyak-banyaknya dan mendapat hidayah untuk menjadi manusia yang lebih bijaksana.

Nah, tapi kalian sadar gak sih di balik semua itu ternyata pengertian puasa Ramadhan gak cuma nahan lapar dan minum, gak juga cuma nahan amarah? 

Arti Puasa

Secara bahasa, kata shaum atau shiyam itu artinya menahan diri. Jadi bukan cuma soal nahan lapar dan haus aja.

Para ulama mendefinisikan puasa Ramadhan sebagai ibadah menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa. Dilakukan sejak terbit fajar hingga matahari terbenam disertai niat karena Allah Ta’ala.

Penjelasan ini bisa kita temukan dalam kitab-kitab fikih klasik seperti karya Imam An-Nawawi dalam Al-Majmu’

Beliau menegaskan bahwa puasa bukan sekadar menahan diri dari makan dan minum. Akan tetapi merupakan sebuah ibadah yang memiliki batas waktu, syarat tertentu, hal-hal yang harus dijaga, serta kejelasan niat jelas.

Nah, buat kamu yang jadiin puasa kayak progam diet tahunan, please stop ya! Puasa tuh ibadah yang punya rules!

Dalil Kewajiban Puasa Ramadhan

Puasa Ramadhan itu bukan tradisi, bukan budaya, dan bukan sekadar kebiasaan umat Islam. Ia adalah kewajiban yang langsung diperintahkan Allah dalam Al-Qur’an.

Allah berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 183:

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

Ayat ini menunjukkan bahwa puasa Ramadhan itu bukanlah sebuah pilihan. Selama kita memenuhi syarat (baligh, berakal, mampu), maka kita wajib menjalankannya.

Rasulullah ﷺ juga menegaskan dalam hadis riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim:

“Islam dibangun atas lima perkara: bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa Ramadhan, dan berhaji ke Baitullah.”

Lebih dari Sekadar Lapar dan Haus

Kadang masih ada tuh orang yang mikirnya masih ke hal tersederhana ini: “Ya puasa kan cuma nggak makan dan minum.”

Padahal, para ulama seperti Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa puasa punya tingkatan. Buat pemula mungkin sekadar menahan makan dan minum.

Untuk tingkatan selanjutnya, seseorang akan menjaga semua indranya seperti lisan, mata, telinga, anggota tubuh dari perbuatan dosa.

The next level seseorang ketika puasa adalah dapat menjaga hati dan akalnya dari hal-hal yang menjurus ke perbuatan maksiat.Makanya Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan buruk, maka Allah tidak butuh dia meninggalkan makan dan minumnya.” (HR. Imam Bukhari)

Hadis ini kayak tamparan halus buat kita semua. Sehingga kita bisa memaknai puasa sebagai sebuah ibadah yang memperbaiki hati dan perilaku, bukan cuma nahan lapar dan haus.

Tujuan Besar Puasa Ramadhan

Balik lagi ke ayat tadi, ujungnya adalah “agar kamu bertakwa.” Taqwa itu apa? Sederhananya: sadar bahwa Allah selalu melihat kita. Jadi kita lebih hati-hati dalam hidup.

Puasa melatih ketaqwaan. Kita nggak makan dan minum, padahal nggak ada yang lihat. Kita bisa aja curi-curi minum. Tapi kita nggak lakukan, karena kita tahu Allah melihat.

Puasa juga ngelatih kita buat sabar. Kita harus ngejaga diri, hati, dan akal kita dari hal-hal yang berpotensi dosa. Di situ letak ruh puasa.

Menurut syariat Islam, puasa Ramadhan adalah ibadah wajib berupa menahan diri dari segala yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.

Puasa Ramadhan harus difokuskan untuk beribadah dengan niat karena Allah, dengan tujuan membentuk ketakwaan. Bukan untuk tujuan yang lain seperti diet tahunan.

Puasa punya dalil yang jelas dalam Al-Qur’an dan hadis. Shaum bukan cuma soal lapar, tapi soal pembentukan karakter seorang muslim yang lebih better. 

Puasa Ramadhan mengharuskan kita untuk menahan banyak hal, oleh karena itu kita akhirnya belajar untuk menemukan versi diri yang lebih bersih, lebih sabar, dan lebih dekat sama Allah.

editor
editor

salam hangat

Related posts

Leave a Comment